Pernah nggak kamu kepikiran untuk memulai habit baru? Pernah nggak, kamu pengen punya hidup yang lebih baik tapi bingung mulainya dari mana?
Sebelumnya aku pernah merasa ada banyak momen hidup yang di mana aku merasa stagnan—seolah-olah hari-hari berjalan saja tanpa ada sesuatu yang berarti.
Ada keinginan untuk lebih produktif, lebih sehat, lebih bahagia, tapi kadang merasa sulit untuk memulainya.
Lalu kemarin temanku berbagi cerita bahwa hidupnya mulai berubah sejak dia memutuskan untuk memulai habit baru. Yaitu berolahraga, misalnya.
Bukan kebiasaan besar yang drastis, tapi hal-hal kecil yang baginya menyenangkan.
Sesuatu yang dia lakukan untuk dirinya sendiri tanpa ada tekanan, tanpa ekspektasi tinggi.
Dari situ aku mulai bertanya pada diri sendiri, mungkinkah aku juga bisa melakukan hal yang sama?
Perlahan aku mulai memahami bahwa,
Perubahan besar dalam hidup tidak selalu dimulai dari langkah besar, tapi justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten.
Dan yang paling penting, habit itu harus sesuatu yang bisa kita nikmati, bukan sesuatu yang terasa beban dijalani.
Table of Contents
Kenapa Memulai Habit Baru itu Penting?
Bagi beberapa orang, mendengar kata “habit” itu terbayang langsung seperti suatu rutinitas ketat atau sesuatu yang sulit dijalani dalam jangka panjang.
Padahal memulai habit baru itu bisa membawa perubahan besar tanpa kita sadar.
Misalnya, membaca buku 5 menit sebelum tidur bisa meningkatkan wawasan dan memperbaiki kualitas tidur.
Atau berjalan kaki setiap pagi bisa membantu kesehatan fisik dan mental tanpa perlu olahraga yang berat.
Menurut penelitian dari European Journal of Social Psychology, rata-rata butuh 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru hingga menjadi otomatis. Artinya, selama kita melakukan sesuatu dengan konsisten—sekecil apa pun itu—kebiasaan itu perlahan akan menjadi bagian dari hidup kita.
Hal kecil yang dilakukan setiap hari itu jauh lebih berdampak daripada perubahan besar yang hanya dilakukan sekali.
Maka, midset yang perlu kita terapkan adalah:
Daripada mengubah hidup dalam sehari, mengapa tidak mulai dari hal yang lebih sederhana tapi mudah dijalani?
Baca Juga: Menciptakan Versi Terbaik Dirimu Tanpa Kehilangan Jati Diri
Bagaimana Memulai Habit Baru Tanpa Tekanan?
Kalau kamu merasa memulai habit baru itu susah atau mungkin belum tau caranya, kamu bisa aja mengikuti beberapa panduan berikut ini.
Langkah Pertama: Mulai dari Hal yang Mudah dan Menyenangkan
Banyak orang akhirnya gagal memulai habit baru itu karena memilih sesuatu yang sulit atau berat.
Supaya bisa dilakukan dengan ringan dan menyenangkan, maka pilihlah sesuatu yang tidak terasa menjadi beban. Misalnya:
- Ingin lebih sehat? Mulai dari jalan kaki 10 menit setiap pagi.
- Ingin membaca lebih banyak? Mulai dari 5 halaman per hari.
- Ingin lebih tenang? Mulai dari menulis jurnal setiap pagi atau sebelum tidur.
Kuncinya adalah memulai dari sesuatu yang kecil dan menyenangkan.
Langkah Kedua: Jangan Fokus pada Hasil, Nikmati Prosesnya
Tak jarang orang itu ingin lihat hasil yang instan dari sebuah habit.
Kita berharap bahwa ketika membaca satu buku itu bisa langsung mengubah cara kita berpikir. Atau meditasi seminggu bisa langsung membuat hidup lebih tenang.
Padahal, yang lebih penting itu adalah menikmati prosesnya.
Daripada harus berpikir, “aku harus bisa membaca 100 buku dalam setahun”, akan lebih baik jika “aku ingin menikmati membaca buku setiap hari walau hanya 5 menit”.
Maka dengan begitu kita tidak akan merasa terbebani oleh target yang begitu besar.
Langkah Ketiga: Buat Sistem yang Memudahkan
Kalau ingin memulai habit baru, buat sistem yang mendukung kebiasaan tersebut supaya lebih mudah dijalani.
Contoh:
- Ingin lebih sering membaca? Letakkan buku di tempat yang terlihat, misalnya di samping tempat tidur atau meja kerja.
- Ingin lebih sehat? Siapkan pakaian olahraga dari malam sebelumnya agar lebih mudah langsung dipakai keesokan paginya.
- Ingin journaling setiap hari? Simpan jurnal dan pulpen di tempat yang mudah dijangkau.
Dengan sistem yang mendukung, memulai habit baru jadi terasa lebih alami dan tidak memerlukan usaha yang ekstra.
Langkah Keempat: Mulai dari 2 Menit Sehari (Metode Atomic Habits)
Dalam buku Atomic Habits karya James Clear, menginstruksikan kita untuk memulai habit baru dari hanya 2 meni per hari.
Karena otak kita akan mudah menerima perubahan kecil yang terasa begitu sederhana.
Contoh:
- Ingin mulai olahraga? Lakukan push-up 2 menit setiap hari.
- Ingin meditasi? Duduk diam dan tarik napas dalam selama 2 menit.
- Ingin membaca lebih banyak? Baca 1 halaman saja setiap hari.
Kebiasaan kecil dan sederhana ini bisa berkembang secara alami.
Setelah dilakukan beberapa minggu, mungkin kita bisa mulai merasa nyaman dengan membaca 10 halaman, melakukan olahraga lebih lama tanpa merasa dipaksa.
Perubahan Kecil yang Bisa Membuat Hidup Lebih Bermakna
Berikut beberapa contoh kebiasaan kecil yang bisa membawa dampak besar:
- Membaca 5 menit sehari → Menambah wawasan dan melatih fokus.
- Bersyukur setiap pagi → Mengubah pola pikir negatif menjadi lebih positif.
- Berjalan kaki 10 menit di luar → Meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
- Menulis jurnal refleksi diri → Membantu mengenali emosi dan memahami diri sendiri lebih dalam.
- Melakukan sesuatu yang menyenangkan setiap hari → Meningkatkan kebahagiaan tanpa tekanan.
Kalau kamu merasa hidup terkesan monotom atau kurang bermakna, maka cobalah memulai habit baru dalam rutinitas yang kamu lakukan.
Jangan khawatir sama hasilnya, cukup nikmati prosesnya.
Perubahan Dimulai dari Hal Kecil
Aku belajar bahwa kebiasaan kecil itu lebih kuat dibandingkan motivasi sesaat.
Motivasi bisa naik turun, tapi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan nyata dalam hidup.
Jadi, daripada menunggu waktu yang “tepat” untuk berubah, kenapa tidak mulai habit yang baru?
“Small daily improvements are the key to staggering long-term results.” — James Clear
Mulai dari hal kecil, dan lihat bagaimana itu bisa membuat hidupmu lebih bermakna. 😊