Search
Close this search box.
Share

Digital Marketing Funnel: Kunci Sukses Bisnis yang Wajib Kamu Tahu!

Farhan Anggara
Farhan Anggara
SEO Content Writer and Digital Marketer.
digital marketing funnel

Digital marketing funnel adalah metode strategi marketing banyak orang pakai untuk mempromosikan perusahaan. Untuk itulah kamu harus mengetahui tentang digital marketing funnel.

Pada dasarnya, strategi digital marketing tidak hanya memberikan hasil, tetapi ada beberapa tahap audiens dalam mengambil keputusan untuk membeli produk atau jasa. Dan itulah deskripsi singkat mengenai digital marketing funnel.

Banyak pemilik usaha menginginkan cara cepat mendapatkan calon pelanggan meski menggunakan sosial media ads saja dalam memasarkan produk.

Memang, tidak ada yang salah dengan keinginan itu, tetapi hal yang menjadi menyenangkan adalah ketika memahami tahap-tahap atau funnel marketing dalam menerapkan strategi marketing.

Memahami digital marketing funnel juga akan berguna ketika bisnis bisa memperkirakan budget dalam menjalankan strategi pemasaran.

Sebagai contohnya, tidak mungkin jika seseorang berlangganan restoran cepat saji jika mereka tidak mengetahui brand-nya kan?

Ketika memilih sebuah restoran cepat saji, pasti kita akan melewati tahap-tahap dalam memilih brand yang sangat tepat. Seperti halnya memikirkan kualitas makanan yang akan kita dapatkan ketika mengunjungi brand tersebut.

Itulah gambaran besar dari funnel digital marketing. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak secara lengkap pada artikel ini.

Apa itu Digital Marketing Funnel?

Sales funnel atau yang bisa juga disebut sebagai Digital marketing funnel adalah model penjelasan mengenai beberapa tahapan bagi audiens dalam melakukan pembelian produk atau jasa yang ditawarkan.

Tahapan juga disebut sebagai customer journey. Umumnya, tahapan ini dimlulai dari ketika mereka mengetahui sebuah brand (brand awareness), memutuskan membeli sehingga menjadi pelanggan setia bisnis tersebut.

Strategi ini sudah banyak dipakai oleh perusahaan dalam merencanakan strategi marketing yang tepat, bahkan dianggap sebagai acuan dalam melakukan strategi itu.

Ibarat kata, model ini sudah menjadi sebuah panduan bisnis dalam memetakan customer journey di sebuah perusahaan.

Sebenarnya sales funnel ini sudah dilakukan sebelum berjayanya strategi digital marketing. Hanya saja prosesnya berkisar ketika kegiatan promosi dilakukan secara konvensional.

Dalam penerapannya, marketing funnel ini tidak selalu berjalan sederhana. Karena ada beberapa kerumitan dan tantangan ketika menentukan sales funnnel ini.

Seperti halnya menentukan channel digital marketing (SEO, SEM, sosmed ads, dll), menentukan pain ponts (memahami masalah audiens), dan menentukan tingkat brand awareness.

Manfaat Menggunakan Digital Marketing Funnel dalam Strategi Pemasaran

Digital marketing funnel digunakan dengan tujuan agar bisnis bisa menggunakan strategi pemasaran yang tepat dan efisien dalam setiap tahap-tahapnya.

Saat ini tidak sedikit bisnis yang sudah menggunakan metode digital marketing sebagai strategi pemasaran, tetapi tidak banyak juga yang paham mengenai tahapan calon konsumen dalam melakukan pembelian produk atau jasa.

Memetakan marketing funnel sesungguhnya bisa membantu bisnis dalam menyiapkan strategi dan produk yang dipasarjan dalam setiap tahapannya.

Adapun manfaat utamanya adalah, bisnis bisa menentukan segmentasi yang lebih baik ketika melakukan pemasaran.

Mereka bisa membuat konten iklan dengan informasu yang lebih menarik yang akhirnya bisa menarik calon pelanggan.

Dengan begitu, audiens dari media sosial dan website bisa terkonversi menjadi prospek atau pelanggan dengan lebih mudah.

Bukan hanya berguna untuk strategi pemasaran, marketing funnel ini juga bisa meningkatkan produktivitas karyawan secara keseluruhan.

Ketika mereka bisa membuat konten iklan yang efisien, maka mereka nantinya juga bisa menghemat pengeluaran biaya untuk pemasaran.

Tahap Digital Marketing Funnel Secara Keseluruhan

digital marketing funnel
Tahap-tahap audiens dalam memutuskan membeli produk

Pada intinya, kita bisa menentukan tahap customer journey dengan langkah sebagai berikut:

  • Pengenalan brand
  • Menimbang-nimbang (consideration)
  • Keputusan membeli produk
  • Menilai produk
  • Memberikan testimoni
  • Menjadi pelanggan setia

Perlu diingat bahwa setiap tahap tersebut membutuhkan cara kerjanya masing-masing. Digital marketing funnel adalah tahap yang memiliki metode yang berbeda dalam satu bisnis dengan bisnis lainnya.

Tapi dasarnya customer journey calon pelanggan itu sama, setidaknya ada enam tahap marketing funnel yang akan dijelaskan berikut ini.

1. Exposure

Exposure adalah tahap pertama dalam funnel marketing yang dimulai dari pengenalan suatu brand.

Secara logika, tidak mungkin kita memutuskan untuk membeli produk tanpa mengetahui brand atau perusahannya.

Tahap exposure inilah yang menjadi titik awal dari digital marketing yang dimana kita bisa memulai dengan melakukan promosi dan menjalankan iklan.

Metode digital marketing yang digunakan biasanya yaitu menggunakan content marketing dengan memanfaatkan SEO.

Karena setiap detiknya, ada setidaknya 75rb pencarian di Google yang dimana kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan brand awareness kita.

Ingatlah bahwa kita akan selalu mencari sebuah produk, brand, atau perusahaan melalui Google. Seperti halnya mencari jawaban dari sebuah pertanyaan hingga akhirnya kita menemukan sebuah brand yang menjadi solusi.

Intinya, tahap exposure ini adalah sebuah tahap awal mengenalkan brand kita melalui mesin pencari.

Tujuan yang harus dicapai adalah membuat konten yang bisa menarik perhatian pasar di website. Jenis konten memang bermacam-macam, tapi sangat disarankan membuat konten yang bernilai agar kebutuhan audiens terpenuhi.

Sebagai panduan, kamu bisa membaca artikel yang telah saya buat mengenai cara membuat konten yang dapat menarik perhatian audiens. Kamu bisa baca disini: Bagaimana Cara Membuat Artikel yang Bernilai dan Berkualitas?

2. Discovery

Di tahap ini, jangan berharap langsung ada pembelian. Karena discovery adalah tahapan di mana calon pelanggan mulai mencari tahu secara mendalam mengenai brand atau bisnis kita.

Idealnya, kita harus membuat konten yang membuat mereka yakin dan tertarik dengan bisnis atau brand kita.

Discovery adalah tahap lanjutan dari exposure. Kita harus berhasil membuat audiens mencari tahu lebih dalam tentang produk atau jasa yang kita tawarkan.

Sebab menarik perhatian audiens dengan mengunjungi web kita saja tidak akan cukup untuk membuat mereka membeli.

Karena itu tahap discovery ini dibutuhkan, yaitu membuat audiens betah dan penasaran dengan bisnis kita.

3. Consideration

Pada tahap ini biasanya kita akan mendapatkan pelanggan potensial yang masih ‘akan’ membeli produk kita.

Seperti istilahnya, consideration adalah tahap dimana calon pelanggan menimbang-nimbang sebelum memutuskan membeli produk kita. Karena mereka sudah mengenal dan mengetahui soluis yang ditawarkan dari sebuah brand.

Untuk strateginya, kita harus membuat konten yang berisi informasi tentang keunggulan produk serta keunikannya dibanding dengan pesaing kita.

Dalam konten tersebut, sampaikan juga data, fakta, dan informasi yang membuat mereka yakin terhadap produk yang kita tawarkan.

Penting juga untuk membuka jalur komunikasi seperti email, nomer telepon, direct message, agar mereka bisa bertanya atau berkonsultasi mengenai produk kita sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli.

Kamu juga bisa menyuguhkan testimoni pelanggan lain yang sudah menggunakan produk kita. Karena dengan memberikan testimoni, itu dapat membuat mereka menjadi yakin untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Jika produk yang dipromosikan masih baru dan belum ada testimoni, kita bisa menggunakan beberapa studi kasus yang berhubungan dengan produk tersebut.

4. Conversion

Di tahap inilah pembelian terjadi setelah calon pelanggan menimbang-nimbang produk. Dalam tahap ini kita juga berpotensi mendapat pelanggan setia.

Untuk tahap ini kita harus fokus membuat konten yang personalized sesuai dengan tujuan bisnis. Strategi yang bisa digunakan adalah memproduksi konten personalized atau landing page yang menarik.

Konten personalized atau landing page ini nantinya diiklankan agar bisa mengarahkan calon pelanggan menuju penawaran yang sesungguhnya. Pastikan landing page ini bisa membuat mereka melakukan konversi.

Sebagai contoh kita bisa menawarkan free trial atau tester produk sehingge mereka bisa mencoba secara langsung produknya.

Intinya, calon pelanggan bisa tahu cara kerja atau soluis masalah mereka sehingga memutuskan untuk membeli produknya.

5. Customer Relationship

digital marketing funnel
Membangun Hubungan dengan Pelanggan (Sumber: Freepik.com)

Tahap funnel ini adalah tahap dimana kita punya kesempatan untuk mendapat pelanggan setia.

Di sini kita harus menjaga hubungan yang baik dengan pelanggan agar mereka terus menggunakan produk kita.

Pasalnya, tak jarang ada pelanggan yang sering bermasalah dengan produk yang mereka beli. Seperti tidak paham pengunaannya, perawatan yang salah, kerusakan yang mungkin terjadi pada produk tersebut.

Dibutuhkan tim khusus yang hadir sebagai penjaga hubungan baik agar pelanggan bisa trust terhadap brand kita.

Strateginya sangat mudah, kita bisa memanfaatkan platform chating untuk melakukan komunikasi seperti WhatsApp, DM Instagram, Facebook Messenger, atau email.

Melalui channel tersebut, bisnis senantiasa hadir untuk membantu mereka supaya produk dapat digunakan secara efektif. Goalnya adalah kebutuhan mereka terpenuhi.

Disisi lain, kita bisa membuat konten informatif mengenai produk agar bisa mengedukasi pelanggan. Contohnya dengan melakukan strategi email marketing.

Perlu diingat bahwa tahap ini sangat penting karena kita tidak hanya mengejar konversi saja.

Tetapi juga untuk membantu mereka mengatasai masalah yang dihadapi. Sehingga kita bisa lebih unggul dari pesaing yang melewatkan tahap ini.

6. Retention

Inilah tahap akhir dalam digital marketing funnel yang seharusnya terjadi secara terus-menerus. Karena di tahap ini kita berpotensi mendapatkan repeat order dari pelanggan.

Supaya pelanggan tetap loyal dengan bisnis kita, kita harus menjaga hubungan yang baik dengan mereka. Lakukan analisa terkait dengan apa yang menjadi kebutuhan mereka, karena bisa saja mereka akan berpindah ke brand lain.

Ketika pelanggan percaya brand kita sepenuhnya, itu akan membuat mereka memberi tahu brand kita kepada teman atau relasinya.

Disini kita bisa juga meminta testimoni atau review dari mereka yang telah menggunakan produk kita. Testimoni yang kita dapat ini nantinya akan sangat membantu untuk meyakinkan calon pelanggan lain.

Kesimpulan

Digital marketing funnel adalah metode yang akan memudahkan kamu dalam menerapkan strategi pemasaran melalui tahap-tahap yang menentukan keputusan membeli oleh pelanggan.

Dalam penerapannya, kamu akan memahaminya jika sudah terbiasa melakukan strategi ini.

Semoga bermanfaat, Goodluck!

Share ya!
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *